5 Tips Ternak Ikan Cupang Yang Mudah Untuk Pemula

Cara Ternak Ikan Cupang Yang Mudah – Ikan cupang menjadi salah satu ikan hias yang cukup populer di Indonesia. Tampilannya yang indah dan menawan, membuat banyak orang untuk jatuh hati memelihara yang satu ini. Dengan adanya minat masyarakat tinggi, membuka usaha budidaya ikan hias ini bisa menjadi ide bisnis yang menjanjikan. Untuk lebih lanjut, berikut cara ternak ikan cupang yang benar.

Tips Untuk Budidaya Ikan Cupang

Cara Ternak Ikan Cupang dengan benar

1. Memilih Indukan yang Berkualitas

Langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu memilih indukan ikan cupang yang berkualitas. Ada baiknya jika Anda memilih indukan yang berasal dari bibit unggul. Biasanya indukan unggul ditandai dengan kondisinya yang bugar dan bebas dari cacat atau penyakit. Pastikan juga jika jantan dan betina ikan cupang sudah memasuki fase matang atau siap kawin.

Untuk membedakan ikan cupang jantan dan betina bisa diketahui dengan cara yang mudah. Ikan cupang jantan biasanya memiliki ciri ciri ekor lebar, sirip melebar, gerakan lincah, tubuh lebih besar, dan warna lebih cerah. Sedangkan ikan cupang betina memiliki sirip yang cenderung pendek, lebih kecil, warna kusam, dan gerakannya lambat.

2. Mempersiapkan Pemijahan

Setelah memilih benih unggul, lanjutkan cara ternak ikan cupang dengan persiapan pemijahan. Sebelumnya, Anda harus menyediakan wadah baskom kecil atau akuarium berukuran 20 x 20 x 20. Selain itu, sediakan juga media lainnya, seperti gelas plastik kecil untuk tempat ikan cupang. Selanjutnya, siapkan tumbuhan air seperti kiambang pada media pemijahan tersebut.

Biasanya dalam sekali proses perkawinan, ikan cupang akan menghasilkan telur mencapai 1000 butir. Setelah pembuahan, telur tersebut akan menetas dalam jangka waktu 24 jam saja. Meskipun sekali bertelur ikan cupang dapat menghasilkan jumlah yang banyak, tetapi tingkat kematian pembenihannya cukup tinggi.

Dalam sekali kawin, ikan cupang yang mampu bertahan hanya mencapai 30 sampai 35 ekor saja. Indukan jantan bisa kawin hingga 8 kali dalam jangka waktu 2 sampai 3 minggu. Hal ini berlawanan dengan indukan betina yang hanya boleh dikawinkan sekali saja. Jika dipaksakan, maka akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin pada pemijahan berikutnya.

3. Proses Pemijahan

Untuk cara ternak ikan cupang pemijahan, mulailah dengan mengisi air bersih setinggi 10 sampai 15 cm ke dalam wadah. Endapkan air yang akan dimasukkan terlebih dahulu selama semalam dan hindari penggunaan air kaporit atau PAM untuk mengurangi risiko gagal. Jangan lupa memasukkan tanaman air yang bisa digunakan tempat berlindung benih ikan cupang.

Setelah itu, masukkan ikan jantan yang sudah siap kawin dan biarkan selama semalaman. Pada waktu tersebut, ikan jantan akan membuat gelembung udara yang berguna untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi sebelumnya. Jika sudah, masukkan ikan betina yang sudah diletakkan dalam gelas plastik bening.

4. Memindahkan ke Tempat Lainnya

Setelah proses pembuahan selesai, segera angkat indukan betina agar tidak memakan telurnya. Dalam tiga hari ke depan, Anda tidak perlu memberi makan karena masih ada sisa nutrisi yang tersisa dalam telur. Jika sudah berusia 2 minggu semenjak telur menetas, pindahkan burayak ke tempat lebih luas dan berikan makanan larva nyamuk atau kutu air.

5. Perawatan

Cara ternak ikan cupang sebenarnya tidak susah, sebab ikan ini relatif tahan banting. Bahkan ikan ini bisa bertahan di aquarium tanpa aerator atau yang minim oksigen. Meskipun begitu, Anda harus tetap menjaga kebersihan air dalam wadah dengan cara memberi filter pembersih. Hal ini akan berdampak pada perkembangan ikan yang lebih sempurna.

Itulah beberapa tips untuk ternak ikan hias cupang yang mudah diterapkan. Anda hanya perlu memilih benih unggul jantan dan betina. Setelah itu, lakukan pemijahan dengan cara yang benar semalam semalaman. Untuk perawatannya cukup mudah, sebab Anda hanya perlu memastikan kebersihan akuarium.