6 Jenis Kelinci Pedaging Yang Banyak Diternak

6 Jenis Kelinci Pedaging Yang Banyak Diternak – Ternak kelinci memiliki 2 tujuan, yaitu untuk kelinci hias atau kelinci pedaging, pada umumnya budidaya kelinci hias bertujuan untuk menghasilkan kelinci kontes atau kelinci untuk hewan peliharaan. Beda dengan kelinci hias, betertak kelinci pedaging bertujuan diambil daging kelincinya untuk dikonsumsi.

Daging kelinci memiliki tekstur yang hampir sama dengan daging ayam, bisa juga diolah menjadi tongseng, sosis, sate. Di beberapa daerah biasanya di daerah tempat wisata dataran tinggi, sate kelinci sudah menjadi hidangan yang dijajakan di warung-warung. Daging kelinci dipercaya kaya akan nutrisi, protein numun rendah lemak.

Manfaat Daging Kelinci

Manfaat Daging Kelinci
Manfaat Daging Kelinci

Mengkonsumsi daging kelinci memiliki manfaat yang bagus untuk tubuh,

  • Mencegah penyakit jantung (karena kandungan lemak jenuh pada daging kelinci sangat rendah)
  • Mengurangi berat badan
  • Kaya protein, namun rendah lemak
  • Menurunkan tekanan darah (kandungan sodium dalam daging kelinci cukup rendah)

Dan manfaat lainnya yang berguna untuk tubuh

6 Jenis Kelinci Pedaging Yang Banyak Diternak

cara ternak kelinci berkualitas

Dikarenakan bertujuan diambil dagingnya untuk konsumsi, maka target utama dari budidaya kelinci pedaging adalah bobot dan pertumbuhan yang cepat besat, berikut beberapa jenis kelinci pedaging yang banyak dibudidayakan di Indonesia

1. Kelinci New Zealand

Kelinci New Zealand (NZ) adalah salah satu kelinci pedaging terbaik yang banyak diminati oleh perternak kelinci di Indonesia. Pertumbuhan kelinci NZ ini terhitung cepat besar, pada usia 4 bulan sudah memiliki berat 2,5 kg dan sudah bisa dipanen.

Kelinci New Zealand mempunyai kepala yang besar dan agak bundar. Telinganya juga terlihat besar dan lebih tebal dengan ujung yang sedikit membulat. Dilihat dari badannya, kelinci NZ memiliki ciri khas yaitu tonjolan dada yang keluar dengan badan yang cukup besar

2. Kelinci Hyla

Kelinci hyla berasal dari China mulai di import tahun 2012 dan sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Kelinci ini merupakan jenis kelinci unggul yang sudah melalui perbaikan gen yang ditukan untuk konsumsi. Pertumbuhan kelinci hyla sangat cepat, lebih cepat daripada kelinci New Zealand.

3. Kelinci Hycole

Sama seperti kelinci hyla, kelinci hycole juga merupakan kelinci import pada tahun  2012 berasal dari negara Prancis. Kelinci hycole juga memiliki pertumbuhan yang cepat, sehingga sangat bagus untuk kelinci pedaging. Kelinci hycole juga merupakan kelinci pedaging unggulan.

4. Kelinci Flemish Giant

Jenis kelinci pedaging unggulan ini berasal dari Eropa, namun sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Ukuran badan kelinci Flemish Giant (FG) dewasa bisa mencapai sekitar 50cm / setengah meter. Berat dari kelinci ini pun juga sangat besar, kelinci FG mampu mencapai berat 6-12 kg. Ini salah satu alasan kenapa para peternak sangat menyukai kelinci jenis ini untuk dibudidayakan.

5. Kelinci Rambon

Kelinci ini adalah hasil dari persilangan andata kelinci loka dengan kelinci impor. Jneis kelinci ini hampir sama dengan ukuran kelinci New Zealand (NZ), namun kelinci rambon ini ukurannya sedikit lebih kecul. Berat rata-rata badannya bisa mencapai 3,5 kg, untuk ukuran kelinci lokal yang dikawin silangkan ini sudah termasuk cukup besar lho.

6. Kelinci Rex

Di awal tahun 200an, kelinci rex mulai populer di Indonesia. Kelinci ini memiliki ukuran kepala yang lebih besar dai kelinci lainnya. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, namun nyatanya kelinci ini  masuk ke dalam jenis kelinci pedaging yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Itulah 6 jenis kelinci pedaging yang banyak dibudidaykan di Indonesia. Untuk kelinci pedaging menentukan harga jualnya berbeda dengan kelinci hias, kelinci pedaging biasanya dijual berdasarkan berat badan. Harga per kilo kelinci pedaging Rp. 35.000 – Rp. 40.000 per kilo, harga menyesuaikan daerah masing-masing ya. Semakin meningkatnya jumlah permintaan daging / karkas kelinci menjadikan budidaya kelinci pedaging bagus untuk dicoba dan dikembangkan.