Beda Suweg Dan Porang Sebelum Melakukan Penanaman Yang Sering Salah Arti

Keberadaan umbi suweg dan porang telah ada sejak lama di Indonesia. Hanya saja, kedua tanaman tersebut kurang populer lantaran dianggap tumbuhan liar. Dewasa ini, suweg dan porang kembali diperbincangkan karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Budidaya porang mulai terkenal oleh cerita sukses Paidi dari Madiun yang berhasil memberangkatkan orang dari desanya setelah diajak budidaya porang. Karena keberhasilan Paidi banyak orang yang sebelumnya belum tau manfaat dan nilai ekonomis porang berduyun-duyun mulai mempelajari budidayanya.

Namun masih banyak orang tidak bisa memahami beda suweg dan porang. Untuk itu, yuk simak ulasan berikut.

Perbedaan Tanaman Suweg Dan Porang Berdasarkan Cirinya

beda suweg dan porang
beda suweg dan porang

1. Berdasarkan Bentuk Daunnya

Porang hidup secara liar dan cocok dengan segala jenis tanah. Jika dilihat dari bentuk daunnya, porang memiliki ukuran daun yang lebih lebar dan berwarna sangat hijau. Umumnya, bentuk daun porang bercabang dan berbintik banyak. Perlu anda ketahui, daun adalah hal yang paling identik untuk membedakan tanaman ini dengan suweg.

Sementara untuk tanaman suweg yang akan tumbuh subur di musim hujan, bentuknya daunnya bisa dikenali dengan beberapa ciri khusus. Berbeda jauh dari porang, suweg memiliki permukaan daun yang mulus dan berwarna hijau muda yang berkilau. Ukuran daunnya lebih kecil dan panjang jika dibandingkan dengan porang.

2. Berdasarkan Batangnya

Selain daun, untuk mengenai tanaman suweg dan porang bisa melihat ciri batangnya. Porang memiliki batang sejati berkulit halus dan bercorak belang warna putih atau hijau. Beda suweg dan porang dapat terlihat jelas pada bagian batang ini. Pasalnya, pada bagian batangnya tidak memiliki tekstur sama sekali dan cenderung lebih halus.

Berbeda jauh dengan porang, bagian batang tanaman suweg lebih bertekstur karena adanya duri kecil yang menyelimuti permukaan batangnya. Tekstur yang agak kasar ini membuat siapa pun orang yang ingin mengambil umbi suweg harus berhati hati. Karena jika tidak, maka duri di dalam batang suweg dapat melukai kulit tubuh.

3. Bagian Bunga

Jika diamati dalam dalam, anda bisa mengenali tanaman porang hanya dengan melihat bentuk dan karakter bunga. Sekilas, bunga umbi porang mirip dengan tanaman cabai gendot merah dengan warna khasnya yang sedikit oranye. Kelopaknya berwarna kuning kemerahan dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

Untuk tanaman suweg, anda bisa memperhatikan bagian bunga yang jelas berbeda dari porang. Bunga suweg tumbuh dari dalam yang merupakan hal terbesar yang menjadi beda suweg dan porang. Warna bunga yang bercorak merah dan sedikit ungu menjadikan tampilannya mirip dengan bunga bangkai.

4. Bagian Umbi Atau Inti

Untuk umbinya sendiri, anda tidak akan menemukan bintil pada permukaannya. Namun setelah dikupas, bagian dalam umbi porang terlihat seperti kristal berwarna putih dengan serat daging berwarna kuning agak pucat. Serat serat halus di dalamnya terkadang berwarna jingga cerah yang membuatnya sangat berbeda dengan suweg.

Sementara pada umbi suweg, teksturnya sedikit kasar dan ada guratan di permukaannya. Teksturnya hampir mirip dengan berbagai jenis umbi umbian lain seperti ketela dan ubi. Untuk warnanya, umbi suweg terlihat sedikit oranye pucat dan seratnya tidak begitu terlihat sangat berbeda dengan umbi porang.

5. Kandungan Didalamnya

Setiap 100 gram umbi porang mengandung 5- gram glukomanan, karbohidrat, protein, lemak, fosfor, mangan, zat besi, dan 0,08 mg tembaga. Sementara beda suweg dan porang ini mengandung kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, besi, fosfor, dan vitamin B1. Suweg dikenal sebagai pengganti nasi.

Bagi anda yang berkeinginan menanam umbi porang dan suweg, maka wajib untuk memperhatikan karakteristik keduanya agar tidak ada kesalahan penanaman. Mulai dari bentuk daun, bunga, batang, harus anda ketahui. Setelah itu, baru anda dapat melakukan penanaman kedua umbi tersebut.