Budidaya Lele Aquaponik yang Menggabungkan Perawatan Ikan dan Tanaman

Aquaponik adalah sistem dalam pertanian dengan memadukan budidaya perikanan serta tanaman maupun sayuran tanpa menggunakan media tanah atau hidroponik. Metode aquaponik sendiri hampir sebagian besar kini mulai digunakan oleh masyarakat perkotaan. Salah satu tujuannya adalah menghemat lahan agar bisa memperoleh dua manfaat sekaligus. Satu kali dayung dua pulau terpenuhi bukan?

Budidaya Lele Aquaponik yang Menggabungkan Perawatan Ikan dan Tanaman

Nantinya air dari kolam aquaponik sebagai tempat hidup dari ikan akan dimurnikan tanaman. Selain itu air juga bisa jadi sarana sebagai penyalur nutrisi untuk tanaman. Nutrisi yang ada bisa didapatkan melalui sisa-sisa dari kotoran ikan. Secara otomatis penjelasan ini menggambarkan bahwa saling menguntung satu sama lain.

Lalu ikan apa saya yang bisa dibudidaya menggunakan metode satu ini? Hampir semua jenis ikan bisa menggunakan metode aquaponik. Bahkan jika Anda ingin mencoba budidaya lele aquaponik pun tetap bisa dilakukan dengan mudah. Berikut ada beberapa penjelasan mengenai budidaya ikan lele menggunakan metode aquaponik:

1. Mengenal Macam-macam Metode Aquaponik
Sebelum membahas lebih jauh mengenai budidaya untuk lele maka Anda perlu memahami dulu beberapa jenis metode aquaponik. Dari sini maka Anda pun bisa memilih dan membuat perkiraan kira-kira metode seperti yang paling cocok digunakan melihat dari kondisi lahan saat ini dan faktor lainnya. Berikut beberapa metode tersebut.

  • Metode Aliran Atas
    Pada metode ini pipa berada di bagian atas yang tujuannya adalah bisa mengucurkan air ke netpot. Proses dari pengucuran air ini setidaknya bisa dilakukan delapan jam per harinya.
    Selain itu, air dari air dari pembuangan pun bisa kembali ke kolam penampungan. Lubang tanam untuk budidaya lele aquaponik dibuat kira-kira 27 lubang pada setiap kolam berdiameter 3 meter. Kolam ini nantinya bisa menampung sebanyak 4.000 ekor ikan.
    Bagaimana, cukup banyak bukan? Sedangkan untuk perkiraan anggaran dari model satu ini sekitar enam hingga tujuh juta pada kolam dengan bahan beton umurnya 10 tahun.
    Namun, jika Anda ingin biaya yang lebih murah maka bisa menggunakan bahan beton dengan umur satu tahunan biayanya tiga juta. Dari dua pilihan bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.
  • Model DFT atau Deep Flow Technique
    Model Deep Flow Technique atau DFT juga kerap disebut dengan model tunggal yakni memiliki cara kerja layaknya air yang mengalir dari bagian kolam pipa sebagai netpot. Ketinggiannya sekitar 4 sampai 6 cm sedangkan air nantinya akan mengalir lagi menuju kolam.
    Jika Anda membuat kolam dengan ukuran kolam 1 x 5 meter maka nantinya bisa menampung sekitar 2.500 ekor ikan serta 200 lubang tanam. Sedangkan untuk anggaran biaya yang nantinya dibutuhkan yakni berkisar di antara angka 3 sampai 4 juta dengan bahan dasar kolam dari terpal.
  • Model Bertingkat
    Sistem instalasi dari model bertingkat untuk budidaya lele aquaponik mungkin akan sedikit berbeda pada bagian yang digunakan untuk mengalirkan airnya.
    Dalam metode ini, air yang berasal dari kolam bagian bawah akan menuju ke rak tanaman teratas, lalu mengalir menuju kolam di bagian tengah serta menyebar menuju seluruh netpot yang ada di sekeliling kolam. Jika sudah, air pun mengalir lagi ke kolam bagian bawah.
    Untuk kolam berukuran 1 x 5 model bertingkat nantinya bisa menampung ikan sekitar 1.250 ekor di bagian kolam bagian atas serta sekitar 2.500 ekor pada kolam bagian bawah. Jumlah lubang tanaman mencapai 211 lubang. Biaya dalam pembuatan metode bertingkat sekitar 6 hingga 8 juta dimana umur ekonominya kurang lebih selama 3 tahun.
  • Model Pasang Surut
    Cara kerja yang ada pada sistem aquaponik model satu ini yakni mengalirkan air berasal dari kolam menuju bak penampungan di bibir kolam. Nantinya dari bak akan dialirkan lagi ke bagian netpot pada bagian di bibir kolam yang sudah ditata secara rapi.
    Cara pengaliran air pada model pasang surut sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya karena bukan dari atas namun justru dari samping bawah menuju media tanam terendam air. Proses yang bisa dilakukan yakni sekitar 5 menit. Jika sudah maka air disalurkan menuju bak pembuangan serta dibuang lagi ke kolam ikan.
    Dengan menggunakan model pasang surut kolam berukuran 2 x 4 meter kira-kira bisa menampung ikan sekitar 4.000 ekor. Selain itu untuk kapasitas tanaman bisa mencapai 26 netpot. Rincian anggaran biaya dalam proses pembuatan instalasi model ini yakni sekitar 6 sampai 7 juta menggunakan kolam bahan beton. Sedangkan umur ekonomisnya lebih panjang yakni bisa 10 tahun lebih.
    Di atas adalah beberapa jenis metode yang bisa Anda pilih untuk mencoba memulai budidaya lele aquaponik. Anda pun bisa menyesuaikan dengan keinginan dan juga kebutuhan dari kolam dan jumlah ikan. Masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan anggaran pembuatan juga relatif berbeda satu dengan lainnya.

1. Mengenal Macam-macam Metode Aquaponik