Jenis-jenis Media Tanam Hidroponik

Berkurangnya jumlah lahan pertanian di daerah perkotaan, membuat sulit untuk mereka yang ingin bercocok tanam. Adanya perkembangan ilmu dan teknologi memiliki dampak yang baik di bidang pertanian. Salah satunya sistem pertanian hidroponik. Sistem tanam hidroponik bisa dilakukan di berbagai media tanam. Jenis – jenis media tanam hidroponik akan dibahas dalam artikel berikut.

Jenis-jenis Media Tanam Hidroponik

Hidroponik adalah salah satu teknik dalam bercocok tanam yang dilakukan dengan pemberian nutrisi pada tanaman dengan menggunakan air. Teknik penanaman dengan cara hidroponik memiliki beberapa keuntungan, antara lain mudah dan praktis, menghemat lahan, bebas hama, dan hasil panen lebih banyak.

Adapun kekurangan dari sistem hidroponik yaitu membutuhkan modal yang cukup besar, membutuhkna ketrampilan khusus dan ketelitian ekstra. Jenis – jenis media tanam hidroponik yang bisa digunakan untuk bercocok tanam yaitu :

1. Sabut Kelapa (Cocopeat)

Sabut Kelapa

Serbuk sabut kelapa bisa digunakan untuk pupuk tambahan yang mampu meningkatkan kesuburan tanaman. Cocopeat ini mampu menyimpan air hingga mencapai 73% yaitu sekitar 6-9 kali dari volumenya. Media ini cocok jika kamu ingin menghemat air.

2. Arang Sekam

Arang Sekam

Media ini cukup popular untuk digunakan. arang sekakm mengandung beberapa komponen kimia yang baik untuk tanaman, seperti protein kasar, lemak, kadar air, abu, serat kasar, karbon, oksigen, karbohidrat, silika, dan hydrogen.

3. Rockwool

 

Rockwool

Jenis – jenis media tanam hidroponik yang selanjutnya yaitu rockwool. Media ini terbentuk beberapa batuan, seperti batu bara, batuan basalt, dan batu kapur yang telah dilalui dengan proses pemanasan pada suhu 1600 oC. Ini merupakan salah satu media yang ramah lingkungan.

4. Serbuk Kayu

Serbuk Kayu

Limbah dari serbuk kayu juga bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik. serbuk kayu juga mudah untuk diperoleh. Serbuk kayu memiliki kemampuan dalam menyerap air yang cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan tanaman dapat berkembang dengan lebih cepat.

5. Hidrogel

Hidrogel

Hidrogel dibuat dari Kristal polimer yang memiliki kemampuan dalam menyerap air cukup baik. Hidrogel ini berwarna warni dengan kemampuan menyerap nutrisi dalam volume yang banyak. selain itu, hidrogel termasuk ramah lingkungan karena mudah terurai dan membusuk.

6. Gabus atau sterofoam

Gabus atau sterofoam

Gabus atau sterofoam ini ternyata bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik. gabus tersbuat dari kopolimer styrene mampu mengoptimalkan porositas pada media tanam. Gabus dapat diperkecil ukurannya sehingga membentuk bulatan – bulatan kecil.

7. Kerikil

Kerikil

Jenis – jenis media tanam hidroponik lainnya yaitu kerikil. Batu kerikil bisa kamu gunakan sbegai media tanam karena kemampuannya dalam mengedarkan unsur hara dan udara. Hal ini membuat pertumbuhan akar pada tanaman hidroponik menjadi tidak terhambat. Batu kerikil mampu memberikan ruang untuk akar tanaman agar dapat tumbuh secara maksimal.

8. Vermikulit

Vermikulit

Vermikulit merupakan suatu material anorganik yang dihasilkan dari proses pemanasan batu. Vermikulit memiliki kemampuan yang sangat baik dalam penyerapan air. Vermikulit juga memiliki bobot yang berat, sehingga mampu menopang tanamna untuk tumbuh.

9. Pasir

Pasir

Pasir merupakan material yang memiliki pori – pori berukuran mikro dakam jumlah yang banyak. pasir memiliki sifat mudah untuk kering dan basah. Cocok sekali untuk penyerapan air tanaman.

10. Pecahan kaca atau genting

Pecahan kaca atau genting

Jika kamu memiliki banyak pecahan kaca atau genting di rumah, kamu bisa menggunakannya sebagai media tanam hidroponik. Media tanam ini memiliki kemampuan dalam pengairan dan aerasi yang baik, namun ketersediaan unsur haranya kurang.

Itulah beberapa Jenis – jenis media tanam hidroponik yang bisa kamu gunakan.