Macam-macam Pupuk Hidroponik

Metode penanaman hidroponik memang sedang dikembangkan. Butuh ketelitian dan ketelatenan untuk menghasilkan tanaman yang subur dan bisa panen yang melimpah. Tentunya, setiap makhluk hidup membutuhkan nutrisi untuk hidup, begitu juga tanaman.

Pupuk Untuk Hidroponik

Pemberian pupuk dapat membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk untuk tanaman idroponik berbeda dengan tanaman yang tumbuh di media tanah. Pupuk hidroponik harus dapat diserap oleh tanaman. Berikut ini kami sajikan macam-macam pupuk hidroponik.

1. Pupuk AB Mix

Pupuk AB Mix

Pupuk AB Mix memiliki kandungan unsure hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini ddibuat dari bahan-bahan yang secara khusus diformulasikan untuk tanaman berdaun. Pupuk ini terdiri dari pupuk A dengan unsur utama Kalium dan Kalsium, serta pupuk B dengan kandungan unsur utama Sulfat dan Fosfat.

2. Pupuk Cair Bio Organik

Pupuk Cair Bio Organik

Pupuk jenis ini memiliki kandungan nutrisi organik dan diperkaya dengan mikrobia yang bermanfaat bagi tanaman. Pupuk ini dibuat dengan proses biologi kompleks (BCP/ Biological Complex Process). Pupuk ini mengandung beberapa senyawa seperti asam humat, dan beberapa hormone tanaman.

3. Pupuk NPK 16-16-16

Pupuk NPK 16-16-16

Macam-macam pupuk hidroponik yang selanjutnya yaitu pupuk NPK. Pupuk NPK memiliki kandungan Nitrogen (N) 16%, Fosfat (P) 16%, Kalium (K2O) 16%, Magnesium (MgO) 0.5%, dan Kalsium (CaO) 6%. Unsur yang terdapat dalam pupuk ini sangat bermanfaat bagi tanaman. Salah satunya untuk membantu perakaran tanaman sehingga lebih sehat dan kuat, serta mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga lebih mudah tinggi.

4. Pupuk Anorganik plus Gandasil D

Pupuk Anorganik plus Gandasil D

Pupuk ini bisa diracik sendiri menggunakan kombinasi dari pupuk NPK, KCl, dan pupuk Gandasil D. kombinasi pupuk ini bisa memberikan nutrisi bagi tanaman hidroponik. Pupuk ini mengandung unsur makro dan mikro yang baik untuk tanaman. Dalam pembuatan pupuk ini pastikan setiap campuran sudah dalam komposisi dan konsentrasi yang pas.

5. Pupuk Vitamin B1

Pupuk Vitamin B1

Pupuk ini memiliki peranan yang penting bagi tanaman. Pupuk vitamin B1 memiliki kandungan beberapa senyawa seperti vitamin B1 (thiamine mononitrate) 0.10%, P2O5 2.0%, Besi (Fe) 0.1%, Fe-EDTA, dan NAA 0.04%. Pupuk ini membantu dalam proses metabolisme tanaman. Selain itu, pupuk ini juga bisa membantu untuk memperbaiki keadaan tanah atau media tanaman.

6. Pupuk Dedaunan Kering

Pupuk Dedaunan Kering

Kamu juga bisa membuat pupuk sendiri dengan memanfaatkan dedaunan kering di sekitar kamu. Dedaunan kering memiliki kandungan unsur hara yang baik untuk tanaman. Cara membuat pupuk ini juga cukup mudah. Kamu hanya perlu mencampurkan gula merah yang terlah ditumbuk halus dengan dedaunan kering dalam wadah dan diberi air secukupnya. Pupuk tersebut didiamkan selama 10 hari sebelum akhirnya digunakan.

7. Pupuk Kotoran Hewan

Pupuk Kotoran Hewan

Jika kamu memiliki peternakan ayam, kambing, atau sapi, kamu bisa memanfaatkan kotorannya sebagai pupuk tanaman. Kotoran hewan memiliki kandungan unsur dan senyawa yang bermanfaat bagi tanaman. Cara pembuatannya dengan menghancurkan kotoran hewan sehingga menjadi remahan. Masukkan dalam drum plastic kotoran hewan tersebut bersama larutan gula pasir, terasi, pupuk NPK, EM4, dan air sampai 100 liter. Tiap hari pupuk harus diaduk selama 15 menit. Pupuk tersebut didiamkan selama 7 hari sebelum digunakan.

Itulah macam-macam pupuk hidroponik yang bisa kamu gunakan sebagai tambahan nutrisi tanaman hidroponik. Selain kamu bisa membeli langsung pupuk yang siap pakai, kamu bisa meraciknya sendiri dengan memanfaatkan limbah organik yang ada di sekitar kamu.