Panduan Praktis Budidaya Bawang Merah Untuk Pemula

Anda tentu sudah sangat familiar dengan bawang merah, bukan? Ya, bawang merah –atau yang memiliki nama latin Allium ascalonicum, adalah salah satu jenis hortikultura musiman. Tanaman ini termasuk yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga bisa dikatakan jika budidaya bawang merah termasuk salah satu ide bisnis yang cukup menjanjikan.

Panduan Praktis Budidaya Bawang Merah Untuk Pemula

Tidak dimungkiri memang bahwa masyarakat di Indonesia selalu membutuhkan bawang merah untuk pelengkap bumbu masakan mereka setiap hari. Hal inilah yang membuat bisnis bawang merah memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Selain itu, harga bawang merah cenderung stabil meskipun terkadang turun saat stok di pasaran melimpah.

Namun, secara umum, bisnis bawang merah cenderung menguntungkan, terutama jika Anda beroposisi sebagai produsen dan mampu melakukan pemasaran dengan baik. Nah, dengan peluang bisnis yang terbuka lebar, tentu saja memulai budidaya bawang merah adalah opsi yang tepat, termasuk untuk pemula sekalipun.

Langkah Memulai Budidaya Bawang Merah

Panduan Menanam Bawang Merah di Pot Mudah Untuk Rumahan

Bayangan keuntungan yang besar dari hasil penjualan bawang merah tentu harus dimulai dari langkah budidaya yang benar. Ya, hanya dengan langkah budidaya yang tepat yang akan menghasilkan bawang merah unggulan dan super dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing.

Lantas, apa saja langkah memulai budidaya yang harus dilakukan untuk memulai bisnis bawang merah? Simak beberapa ulasan di bawah ini;

1. Memilih Bibit yang Tepat

Langkah budidaya bisa dimulai dengan pemilihan bibit yang tepat. Perlu diketahui bahwa bibit menjadi faktor yang sangat penting sukses atau tidaknya budidaya yang akan Anda lakukan. Tentu saja, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya, maka Anda harus memilih bibit bawang merah yang tepat dengan kualitas yang baik.
Bawang merah ditanam dengan cara menanam umbi. Oleh karenanya, saat hendak memilih bibit, pastikan umbi bawang merah tersebut berada dalam kondisi yang baik. Ada beberapa ciri umbi bawang merah yang bisa dijadikan awalan budidaya, seperti warna bawang merah yang cenderung mengkilap, bibit yang tidak keropos dan tidak adanya cacat pada bagian tubuh.

Selain itu, Anda juga perlu menimbang berat per umbi bawang merah. Untuk memulai budidaya bawang merah yang baik, umbi yang ditanam adalah bibit dengan berat 3 hingga 4 gram. Berat ini akan membuat umbi bawang merah bisa tumbuh dengan baik.

Sebagai tambahan, bibit bawang merah yang baik adalah yang berasal dari umbi bawang merah yang dipanen dalam keadaan tua. Ukuran umbi yang baik adalah yang mengalami masa panen sekitar 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari untuk dataran tinggi serta disimpan sekitar 2 hingga 3 bulan.

Jika pemilihan umbi sudah selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perendaman. Proses ini dilakukan sehari sebelum ditanam dengan menggunakan cairan hormon organik. Rendam umbi yang akan dijadikan bibit bawang merah selama kurang lebih 10 menit.

Juga, Anda perlu menaburi bawang merah dengan serbuk trichoderma dan juga gliocladium yang bisa didapatkan di toko alat pertanian. Penaburan ini bertujuan untuk mencegah penyakit yang mungkin tumbuh nantinya. Jika sudah, potong sedikit bagian umbi di ujung atas sebelum penanaman. Simpan umbi dalam karung.

2. Mengolah Lahan Budidaya

Jika pemilihan dan pemrosesan bibit bawang merah sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah pengolahan lahan budidaya. Perlu diketahui bahwa pengolahan lahan menjadi kunci keberhasilan dari budidaya bawang merah. Oleh karenanya, Anda harus melakukan pengolahan lahan dengan baik dan maksimal.

Proses pengolahan untuk budidaya bisa dimulai dengan membuat bedengan. Detail bedengan yang dibuat adalah lebar sekitar 100 hingga 120 cm dengan tinggi sekitar 20 hingga 30 dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Selain itu, terdapat jarak antar bedengan sekitar 50 cm di mana juga dijadikan parit untuk pengairan dengan kedalaman sekitar 50 cm.

Jika beberapa detail pengelolaan lahan budidaya tanaman bawang merah tersebut sudah selesai, maka cangkul bedengan dengan kedalaman sekitar 20 cm serta gemburkan tanahnya. Jika sudah, jangan lupa untuk membentuk permukaan tanah bedengan cenderung rata.

Pengolahan lainnya untuk lahan budidaya bawang merah adalah dengan menambahkan kapur atau dolomit. Jumlah kapur yang ditambahkan adalah sekitar 1 ton untuk per 1 hektar tanah. Tentu saja Anda bisa melakukan kalkulasi sendiri terkait kebutuhan kapur sesuai dengan luas lahan yang digunakan untuk budidaya.

Pemberian kapur ini cukup disarankan untuk mencapai tingkat keasaman aman pada lahan. Dalam hal ini, lahan penanaman bawang merah sebaiknya memiliki tingkat keasaman sekitar 6pH. Nah, pemberian kapur diberikan sekitar 2 minggu sebelum memulai penanaman bibit bawang merah.

Selain pemberian kapur, pengolahan pada lahan budidaya bawang merah juga harus dilakukan dengan penambahan pupuk kandang. Anda perlu menggunakan pupuk kandang dan menyebarkannya secara merata dalam bedengan. Fungsi pupuk ini adalah untuk menyuburkan tanah dan menjadi media perkembangbiakan organisme baik.